Minggu, 14 April 2013

Metodologi Penelitian


METODE PENELITIAN

A.    Pendekatan Penelitian | Metodologi Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kualitatif. Karena data dan informasi yang peneliti kumpulkan lebih banyak bersifat keterangan-keterangan atau penjelasan yang bukan berbentuk angka. Menurut Bogdan dan Taylor (dalam Margono, 2005 : 36) penelitian kualitatif adalah proses penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Menurut Margono, bahwa ada beberapa ciri penelitian kualitatif yaitu : Metodologi Penelitian
  • Lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung
  • Manusia merupakan alat (instrumen utama pengumpul data)
  • Analisis data dilakukan secara induktif
  • Penelitian bersifat deskriptif analitik
  • Tekanan penelitian berada pada proses
  • Pembatasan penelitian berdasarkan fokus
  • Perencanaan bersifat lentur dan terbuka
  • Hasil penelitian merupakan kesepakatan bersama
  • Pembentukan teori berasal dari data
  • Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif
  • Penelitian bersifat menyeluruh (holistik)
  • Tehnik sampling cenderung bersifat posposive
  • Makna sebagai perhatian utama penelitian (Margono, 2005 : 36-42)

Berangkat dari ciri-ciri penelitian kualitatif di atas, maka dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif yang sifatnya natural/alamiah.
B.    Kehadiran Peneliti

Peneliti  melakukan observasi mengamati dengan cermat terhadap obyek penelitian. Untuk memperoleh data tentang penelitian ini, maka peneliti terjun langsung ke lapangan. Kehadiran peneliti dalam penelitian ini berperan sebagai instrumen kunci yang langsung melibatkan diri dalam kehidupan subyek dalam waktu penelitian yang sudah ditetapkan peneliti untuk memperoleh data sesuai dengan ciri penelitian kualitatif. Sebelum peneliti hadir di lapangan peneliti memperoleh izin terlebih dahulu dari pihak-pihak atau instansi-instansi terkait yang bertanggungjawab sesuai dengan prosedur yang berlaku. Peneliti hadir sebagai pewawancara atau pengumpul data tanpa mempengaruhi kehidupan subyek.
C.    Sumber Data
Untuk memperoleh data dan informasi yang valid, akurat serta meyakinkan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pendidikan di SMPN I Praya Barat maka sumber data sangat dibutuhkan. Menurut Suharsimi (2006 : 129) mengatakan bahwa sumber data adalah "subyek darimana data diambil atau diperoleh".
Sumber data dalam penelitian ini adalah orang-orang yang dapat memberikan informasi di lokasi penelitian. Adapun sumber data dalam penelitian ini bisa berasal dari : Kepala  Sekolah  SMPN I Praya Barat, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, siswi SMPN 1 praya Barat, dan pihak-pihak yang dapat memberikan informasi tentang peranan pendidikan agama Islam dalam membina etika berpakaian siswi SMPN 1 Praya Barat Tahun Ajaran 2008/2009.
D.    Tekhnik Pengumpulan data | Metodologi Penelitian
Proses pengumpulan data merupakan bagian terpenting dalam suatu penelitian, begitu pula dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tekhnik relevan dengan jenis penelitian kualitatif. Beberapa tekhnik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:
a.    Tekhnik Observasi
Observasi merupakan alat pengumpul data yang dilakukan secara sistematis. Observasi dilakukan menurut prosedur dan aturan tertentu sehingga dapat diulangi kembali oleh peneliti dan hasil observasi memberikan kemungkinan untuk ditafsirkan secara ilmiah.
Secara umum observasi dapat dilakukan dengan cara yaitu: | Metodologi Penelitian
1.    Observasi Partisipan
Adalah suatu proses pengamatan yang dilakukan oleh observasi dengan ikut mengambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang akan di observasi.
2.    Observasi Non Partisipan
Merupakan suatu proses pengamatan observer  tanpa ikut dalam kehidupan orang yang diobservasi dan secara terpisah berkedudukan sebagai pengamat (Margono, 2005 : 161-162).
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik observasi non partisipan, dimana peneliti akan diambil dalam tekhnik observasi ini antara lain:
  1. Data tentang peranan pendidikan agama Islam dalam membina etika berpakaian siswi di SMP I Praya Barat.
  2. Data tentang etika berpakaian siswi di SMPN I Praya Barat
b.    Tekhnik Wawancara
Wawancara merupakan percakapan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yaitu wawancara yang akan mengajukan pertanyaan dan orang yang akan diwawancarai yang akan memberikan jawaban atas pertanyaan yang akan diajukan (Moleong, 2005 : 186)

Wawancara harus diperoleh dalam waktu yang sangat singkat serta bahasa yang digunakan harus jelas dan teratur. Tekhnik wawancara dapat dibedakan atas tiga jenis yaitu :
1)    Pembicaraan formal
Wawancara ini sangat tergantung pada pewawancara sendiri tergantung pada spontanitasnya mengajukan pertanyaan kepada yang diwawancarai
2)    Pendekatan Menggunakan petunjuk umum wawancara
Jenis ini mengharuskan pewawancara membuat kerangka dan garis besar pokok-pokok yang akan ditanyakan, pokok-pokok pertanyaan tidak perlu dipertanyakan secara berurutan. Pelaksanaan wawancara dan pengurutan pertanyaan disesuaikan dengan keadaan responden
3)    Wawancara Baku Terbuka
Jenis wawancara ini menunjukkan seperangkat pertanyaan baku. Urutan pertanyaan, kata-kata dan cara penyajian sama untuk setiap responden. Wawancara jenis ini bermanfaat apabila yang diwawancarai jumlahnya banyak (Moleong, 2005 : 187-188)

Pada penelitian ini akan digunakan teknik wawancara yang menggunakan petunjuk umum wawancara, dimana sebelum bertemu dengan informan, peneliti akan mempersiapkan berbagai hal yang akan ditanyakan sehingga berbagai hal yang ingin diketahui dapat lebih terfokus

Adapun data-data yang dikumpulkan dengan menggunakan wawancara tersebut di atas adalah seperti : aturan-aturan khusus tata cara berpakain siswi di sekolah, bentuk aturan dalam membina etika berpakaian siswi di sekolah, serta sanksi yang diberikan pada siswi yang melanggar etika berpakain di lingkungan sekolah.

c.    Tekhnik Dokumentasi | Metodologi Penelitian

Tekhnik dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, parasasti, notulen rapat, lengger, agenda dan sebagainya mengisyarat. (Suharsimi, 2006 : 231)

Jadi dapat dipahami bahwa metode dokumentasi merupakan metode yang penting dalam penelitian ini sebab data-data tertulis sangat menunjang dalam menganalisis data
  1. Data yang akan diambil melalui tekhnik ini yaitu:Data tentang gambaran umum lokasi penelitian yaitu SMPN I Praya Barat  Tahun Pelajaran 2008/2009
  2. Data tentang keadaan guru, siswa, sarana dan prasarana SMPN 1 Praya Barat Tahun Pelajaran 2008/2009
  3. Dokumen atau arsip yang berkaitan dengan peranan pendidikan agama Islam dalam membina etika berpakaian siswi SMPN I Praya Barat Tahun Pelajaran 2008/2009
E.    Analisis Data | Metodologi Penelitian

Data yang telah peneliti kumpulkan selama mengadakan penelitian perlu diolah dan dianalisis dengan penuh ketelitian, keuletan dan secara cermat sehingga mendapatkan suatu kesimpulan tentang obyek-obyek penelitian yang baik. Menurut Nazir (1983 : 358) “Analisis data adalah mengelompokkan, membuat suatu urutan, memanipulasi serta menyingkatkan data sehingga mudah untuk dibaca.” Berdasarkan definisi tersebut, analisis data dapat dikatakan sebagai suatu cara untuk mengolah dan memaparkan data secara terorganisir dan sistematis.

Pengolahan data yang diperoleh dengan menggunakan aturan-aturan yang ada sesuai dengan metode penelitian yang digunakan. Dalam data ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang lebih mengacu pada pengungkapan data sesuai dengan realita dan tidak menggunakan data statistik.

Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis induktif dan deduktif. Analisis induktif yang artinya dengan menguraikan peristiwa-peristiwa atau data-data yang bersifat khusus untuk kemudian mengumpulkannya dengan bersifat general. Sedangkan analisis deduktif artinya menguraikan peristiwa yang bersifat umum untuk kemudian mengumpulkannya dengan sifat khusus. Jadi, analisis data merupakan langkah lanjutan dari kegiatan pengumpulan data. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan maksud agar data itu mempunyai arti dan mampu memberikan keterangan tentang populasi.
F.    Keabsahan Data | Metodologi Penelitian

Keabsahan data adalah suatu yang dilakukan oleh peneliti dalam rangka untuk membuktikan data yang diperoleh dengan keadaan yang sesungguhnya dan kredibilitas data itu sendiri bertujuan untuk membuktikan apa yang diamati oleh peneliti sesuai dengan pertanyaan yang sebenarnya. Hal ini perlu dilakukan dalam upaya untuk memenuhi informasi yang dikemukakan oleh penulis sehingga mengandung nilai kebenaran.
Usaha peneliti untuk memperoleh keabsahan data dapat     dilakukan dengan beberapa tekhnik diantaranya:
a)    Perpanjangan keikutsertaan
Keikutsertaan peneliti sangat menentukan dalam  mengumpulkan data, keikutsertaan hanya dilakukan dalam  waktu  yang lama. Dalam hal ini peneliti melakukan perpanjangan keikutsertaan peneliti pada saat penelitian yang telah dilakukan selama 2  bulan yang dimulai pada tanggal 27 Januari sampai  dengan tanggal 27 Maret 2009. Sedangkan untuk perpanjangan waktu peneliti menambah beberapa minggu pada bulan April 2009.
Dalam penelitian ini peneliti telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengumpulkan data sesuai dengan jadwal penelitian yang telah ditentukan.
b)    Ketekunan Pengamatan
Ketekunan pengamatan bermaksud "menentukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan       atau isu yang sedang dicari dan kemudian memusatkan dari pada hal-hal tersebut dengan rinci (Moleong, 2005 : 329)

Pengamatan sangat dibutuhkan dalam pendekatan penelitian kualitatif dengan tujuan untuk menghindari data yang  tidak  benar  yang diperoleh dari responden yang bisa jadi obyek akan menutup    diri terhadap fakta yang sebenarnya. Oleh karena itu ketekunan   peneliti dalam mengamati sangat dituntut lebih serius. | Metodologi Penelitian

sumber : www.sarjanaku.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar